Pulau
Ingatkah kau tentang seseorang yang pernah kau hafal garis langkahnya,
lalu kemudian berlalu bersama denyut waktu setelah meninggalkan sebentuk luka di hatimu
dan sesal sungguh serupa musim semi yang ditinggal pergi
dan ketika aku selalu menunggu setelah lukamu olehku
dan ketika aku ingin kau izinkan lagi berpuisi di jantung sejuk-remuk hati, di palung redup-terang hari
dan demi pulau yang tak pernah ku lihat lautnya dimana aku kini merajut-sulam benang kepulangan
Aku datang mengabarimu bahasa hati
Bahasa yang hanya didengar saat ia tak bersuara
Bahasa yang bisa kau baca saat ia ada dalam rasa
Dengan bahasa itulah aku ingin menjemputmu
O, Rindu
Saat kau tahu bahwa hidup adalah angin di subuh waktu yang bergerak cemas, maka aku adalah dinginnya
O, Bening,
Yang ku lihat di anggun bayangmu, izinkan aku pulang ke sana
Batam, Oktober 2007
Jumat, 05 Oktober 2007
Langganan:
Postingan (Atom)